Ide Tulisan ini muncul karena banyaknya komentar yang masuk ke blog ini. Komentar yang masuk tentu saja memberikan saran, kritik, penjelasan tambahan atau bahkan hanya datang untuk meninggalkan alamat web blog agar bisa diketahui oleh para pembaca blog ini. Dan komentarnya hanya Siiip atau he he he atau thanks. Saya tidak menyalahkan komentar-komentar tersebut karena bagi saya itu wajar wajar saja. Dalam dunia blogging komentar adalah bagian terpenting untuk melihat blog sudah nyaman di hati pembaca atau tidak. Tapi tahukan anda bahwa dari sekian komentar yang masuk ternyata isinya menyakitkan? Kenapa? Karena menyinggung, menghina dan mencaci maki keyakinan para pemeluk suatu agama. Mohon maaf kawan. Secara kebetulan saya ini pemeluk agama Islam. Maka terkadang isi dari blog ini adalah berkaitan dengan agama yang saya yakini. Dan saya yakin ini adalah hal yang wajar. Dan inilah bentuk kebebasan dalam mengekspresikan apapun dalam sebuah blog.
Salah satu contoh yang saya tulis dan berkaitan dengan keyakinan saya adalah artikel tentang manfaat dan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Banyak komentar yang datang dengan nada sinis tentang Nabi Muhammad SAW. Bahkan yang membuat saya sangat sedih adalah komentar yang isinya sangat sangat menghina, merendahkan beliau sebagai Nabi. Saya tidak akan tulis komentar-komentar tersebut karena justru akan mengotori blog ini dengan komentar yang tidak berkualitas. Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya bebas mengungkapkan apapun di blog ini termasuk berkaitan dengan masalah keyakinan saya. Selama saya menulis tidak pernah merendahkan suatu agama apalagi pada pemeluk suatu agama. Dan siapapun bebas membaca blog ini tidak pandang dari agama apapun anda berasal. Kalau ada artikel dari blog ini berkaitan dengan agama yang saya yakini maka saya minta maaf. Bagi anda yang lain agama, silahkan anda lewati artikel tersebut dan bacalah artikel – artikel yang lain.
Rukun di Internet dan Dalam Blogging
Kerukunan antar ummat beragama mestinya tidak hanya kita aplikasikan dalam dunia nyata atau di daratan. Tapi di internet juga demikian. Di media blog juga demikian. Kerukunan dalam pengertian tidak saling mencaci maki, menghina dan merendahkan agama yang lain. Jangan karena kebebasan berekpresi maka kita lepas kendali dan melontarkan kata-kata yang pedas, kata penghinaan dan lain-lain. Kerukunan antar umat beragama di internet dan di dunia blogging mestinya terus kita bina, kita bangun. Jadi internet sebagai media inter netwoking atau media dalam jaringan global benar-benar berarti manfaatnya. Kita harus jadikan internet dan blogging sebagai alat atau media untuk mempererat hubungan. Caranya adalah mari kita tulis artikel yang bermanfaat, artikel yang tidak menyinggung keberadaan, keyakinan dan para pemeluk agama. Jadi internet benar-benar berarti sekali dalam membina sebuah jaringan.
Mohon maaf jika artikel tidak berkenan untuk anda.
Pencarian Artikel ini dengan Kata Kunci:
- kerukunan antar umat beragama (509)
- makalah kerukunan antar umat beragama (102)
- artikel kerukunan antar umat beragama (52)
- pengertian kerukunan (44)
- kerukunan antar agama (35)
- pengertian kerukunan antar umat beragama (30)
- kerukunan antar beragama (22)
- artikel kerukunan umat beragama (22)
- makalah tentang kerukunan antar umat beragama (21)
- makalah kerukunan umat beragama (19)
Ingin mendapat update artikel terbaru langsung ke Email anda? Silahkan masukkan alamat email anda untuk berlangganan. Cara Berlangganan silahkan baca petunjuknya KLIK DI SINI






Kerukunan umat beragama tidak hanya diterapkan dalam dunia nyata, tp juga di dunia maya,
Tidak usah diperdulikan orang yg memposting sampah dengan menghina agama lain, mereka itu pengecut.
Kerukunan umat beragama tidak hanya diterapkan dalam dunia nyata, tp juga di dunia nyata,
Tidak usah diperdulikan orang yg memposting sampah dengan menghina agama lain, mereka itu pengecut!!!
tidak boleh komentar menyudutkan agama, menghujat seseorang saja tidak boleh apalagi agam
tulisan dan komentar yang menyudutkan satu golongan, bangsa dan agama itu tidak boleh serta melanggar undang-undang IT, pelakunya bisa diadukan
betul kata eyangku….memang bgtu mr..
hal terindah adalah ketika perbedaan menjadi keragaman tanpa harus merasa tersisih dan berbeda dg yg lain
kita memang sangat memerlukan suatu bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat adanya toleransi agama… dimanapun kita berada
Betul sekali…. Berikan komentar yang berguna untuk orang lain
astagfirullaah…. itulah kawan, bangsa ini sedang belajar mendewasakan diri dalam menyikapi globalisasi, tapi percayalah…. semakin cerdas dan semakin lama dan intens seseorang bergaul dengan internet (untuk hal positif) maka akan semakin open minded dan dewasa
saya yaqin anda termasuk kategori yang sudah cukup matang bergaul dengan internet sehingga komentar semacam itu tidak dijadikan motivasi untuk membalas menghina agama lain atau mundur dari memperjuangkan kebenaran dalam koridor yang islami….
tetap bersemangat, ambil hikmahnya saja kawan, Insya Allah khoir
Ok Mas, sudah saya rename jadi tips blogging
Thanks
Betul sekali kawan, seharusnya sebagai pengguna internet kita lebih bijak, apalagi sesama blogger, kita kan punya hobi yang lebih kurang sama. Untuk apa kita saling mengunjungi kalau cuma untuk menghina atau mengejek.
sabar ya pak, semoga kritik dan saran baik negatif maupun positif bisa lebih membangun.
wahh bagus jg pengadaan seperti ini
Saya sangat-sangat mendukung pernyataan ini, kawan. Saya mending menutup situs daripada berkomentar “sampah”. Kalaupun sangat menggangu pikiran, layangkan email ke admin situs.
setuju Gan, pada prinsipnya lakum dinukum waliyadin, tidak ada ada gunanya mengina agama lain, cuma mengotori hati dan pikiran
Mari kita saling menghargai dan menghormati keyakinan kita masing-masing. Setiap blogger bebas menulis apapun. Jika pengunjung tidak suka, ya tidak usah menghina dong, apalagi jika sudah menyinggung masalah keyakinan yang notabene hak setiap orang.
Mudah-mudahan Pak Mukti tidak terpengaruh dan tetap leluasa untuk menulis tentang apapun, termasuk yang berkaitan dengan keyakinan Pak Mukti. InsyaAllah.
nah postingan yg spti ini yg jrg ditemui dri para blogger, sesekali mengangkat topik persatuan. salam kenal
jgn lupa mampir ke eMingko Blog
setuju mas. Bebas berekspresi tidak berarti bebas untuk menghina atau merendahkan orang lain. Sikap seorang ksatria tetap harus dijunjung tinggi, yaitu bertanggung jawab atas semua comment dan tulisan di dunia maya.