Kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan, Waspadalah…! Waspadalah ! Begitu yang sering kita dengar dalam suatu acara berita kriminal di sebuah stasiun Televisi Swasta. Dan itu juga yang terjadi dengan sepeda motor saya. Ketika saya lengah, si pencuri merasa ada kesempatan langsung dech disikat. Padahal ini di dalam sebuah Pondok Pesantren. Kalau mereka punya akal sehat tentu mereka akan berpikir 1000 kali untuk mencuri di tempat yang rame. Tapi itulah kejahatan. Di mana ada peluang untuk berbuat maka di situlah aksi dilakukan. Jadi kejahatan bisa terjadi di mana saja. Maka Waspadalah…! Waspadalah ! Benar juga ya kata Bang Napi. Hati-hati agar tidak terjadi hal yang serupa pada anda.
Kasus Curanmor atau pencurian sepeda motor terjadi pada malam Selasa tepatnya jam 08:00 ( perkiraan saya ). Honda Yupiter milik saya sore sekitar jam 17:30 dicuci oleh seorang santri. Setelah dicuci langsung diletakkan di teras rumah. Karena tidak menyangka bahwa akan terjadi kejahatan maka sepeda saya biarkan dengan kunci ada di jok sepeda. Sekitar jam 20:45 ( setelah santri mengaji quran kepada saya ), anak saya yang palig kecil menangis minta jajan ke toko. Karena siangnya sudah banyak belanja akhirnya tidak saya berikan. Saya suruh saja untuk makan malam. Tapi anak saya tetap menangis merengek – rengek minta jajan. Saya tetap bertahan bahkan sempat saya tegur agak keras. Lalu saya shalat isya’ berjemaah dengan istri saya. Setelah shalat isya’ lalu saya makan malam ( maka bakso waktu itu ). Entah kenapa bakso yang panas itu diletakkan di piring, piring langsung pecah. Saya langsung punya firasat nggak enak? Waktu itu saya ingat orang tua ( ibu saya ) di Mekkah Arab Saudi. Sekitar jam 21:45 saya mau keluar untuk menjaga toko di seberang jalan sambil membawa anak saya yang memang sejak tadi minta jajan. Ketika saya membuka pintu dan menoleh ke kanan, sepeda motor tidak ada. Sedikit terkejut saya tanya pada istri, Ding ( sebutan adik di Banjar ), mana sepedanya”. Ada di situ ba ( istri panggil saya aba ), jawab istri saya. “Mana nggak ada “, kata saya. Akhirnya kami sadar bahwa sepeda motor telah raib. Saya tanya ke santri-santri mereka nggak tahu. Karena pas kejadian santri sedang shalat berjemaah.
Saya tidak akan menyebutkan detail kejadiannya di sini. Sekedar sharing pengalaman pahit ( maaf ya ), bahwa di mana saja dan kapan saja kita harus selalu waspada dan hati hati banget. Kejahatan tidak memilih tempat dan waktu. Jika ada kesempatan, maka bisa terjadi dengan tak disangka dan tak diduga. Tapi saya sekeluarga, Nur Hasanah ( istri ), Innani Farihah Febriana ( anak pertama ), dan Anni Maftuhah Nuril Yaqin ( Anak kedua ) masih mengharapkan sepeda motor itu kembali atau dikembalikan oleh si pencuri. Sepeda motor itu saya gunakan untuk kepentingan Rapat Kepala Sekolah, Kondangan, dan banyak kegiatan yang lain. Jadi manfaatnya sangat terasa.
Maaf saya akan menyebutkan sepeda motor saya sebagai berikut :
Plat Nomor : DA 5973 BL
NO RANGKA : MH32P20047K647994
NO MES : 2P2-648096

Gambar bukan gambar hasil kamera saya tapi ngambil dari dari google dengan kata kunci sepeda motor yamaha jupiter z hitam perak. Tapi jenis sepeda motor saya persis seperti gambar tersebut. Ada sedikit ciri, lapak motor ada 2 lapis. Kalau ada yang lihat kasih infonya ya. Kepada rekan Blogger mohon doanya ya semoga kami diberikan kesabaran menghadapi cobaan ini.
Salam blogging dari saya
aku kehilangan kereta ditanggal 3 agustus 2011,waktu itu saya itu kerja gerosir dan mengangkat barng kedalam beberapa jam kemudian kereta saya hilang
CIRI_CIRI NYA:
rem mukak warna merah
dan dibatuk nya bwut ny agak2 panjang
disamping kap belakang ada retak dekat kunci bagasi
plat kereta
BK 3563 VW
kalau ada menemukan nya akan dikasih imbalan yang setimpal??????????
Pingback: Mukti Blog Dot ComJika Allah mencintai seorang hamba maka Dia akan memberikan cobaan pada hamba itu
Pingback: Kasus Pencurian sepeda motor atau Curanmor | Mukti Blog Dot Com