“Sesal kemudian tidak akan berguna“. Begitu mungkin gambaran saya ( Mukti Efendi ) yang tak sempat “makan” bangku kuliah. Kok? Ya bisa dong. Begini : setelah selesai / lulus dari Madrasah Aliyah An-Nuqoyah ( sebuah pesantren besar di Sumenep Madura Jatim ) saya langsung diajak teman untuk mengabdi menjadi guru di sebuah pesantren. Namanya pesantren Atthahiriyah di daerah Banjarmasin Kalimantan Selatan. Diajak saya langsung mau. Ya, langsung terbang ke Banjarmasin dan tidak sempat menjadi mahasiswa. Padahal di An-Nuqoyah juga ada loh Sekolah Tingginya. Sekarang keinginan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentu saja ada. Tapi biayanya mana. He he he. Hasil ngeblog belum seberapa. Saya tanya-tanya per semester biayanya satu jutaan. Adsense lima bulan baru mencapai $97 ( segitu saja kok pamer he he he ). Cukup juga sich. Tapi makan bagaimana, anak-anak bagaimana? Dan lain sebagainya Dan lain sebagainya.
Penyesalan itu tidak datang lebih dahulu ya. Pasti kemudian. Kalau datangnya penyesalan duluan ya bukan penyesalan itu namanya. Tapi memang nakal. Wak wak wak wak…. Namun saya dengar-dengar juga seumuran seperti saya masih bisa kuliah. Apa memang tidak ada batasan umur ya? Masak kalau kakek-kakek masih bisa kuliah. Saya pernah baca berita ada nenek-nenek umur 102 tahun masih sekolah SD. Di mana tuh saya lupa. Tapi yang jelas, mestinya umur jangan dibatasi ya agar semua orang di muka bumi bisa mengenyam nikmatnya pendidikan.
Saya Juga Ingin Kuliah. Saya lihat murid-murid saya telah menjadi sarjana-sarjana dan bertitle. Masak guru kalah sama murid. He he he. Kalau saya telah selesai kuliah maka nama saya akan bertambah menjadi Mukti Effendi S.Ag. Wich keren banget. Tapi yaa itu tadi “Sesal kemudian tidak akan berguna”. Kan masih ada kesempatan bung. Ya sich. saya pikir-pikir dulu ah. Saya ke tempat kuliah kan jauh. Sekitar 40 km jaraknya. Kan lumayan capeknya kalau jalan kaki. He he he. Eh, tapi kuliah gratis lewat internet ada nggak ya? Kalau ada enak tuh….
Tapi yaaa mudah-mudahan saja saya tidak termasuk orang yang mudah putus asa. Karena putus asa itu suatu dosa dan dibenci oleh Allah SWT. Bukankah ilmu Allah luas. Bisa kita dapat dari mana saja. Dan bisa didapat kapan saja. Tinggal bagaimana kita mencari dan menimbanya. Kalau ada kemauan apa saja bisa kita peroleh. Setujuuuuuuuu….? Monggo komentarnya.
Pencarian Artikel ini dengan Kata Kunci:
- amin ya mujibassailin artinya (57)
- arti mujibassailin (37)
- arti amin ya mujibassailin (30)
- amin ya mujibassailin (29)
- mujibassailin artinya (24)
- ya mujibassailin (22)
- ya mujibassailin artinya (17)
- mujibassailin (16)
- arti ya mujibassailin (13)
- artinya mujibassailin (3)
Ingin mendapat update artikel terbaru langsung ke Email anda? Silahkan masukkan alamat email anda untuk berlangganan. Cara Berlangganan silahkan baca petunjuknya KLIK DI SINI






Ada hadits bunyinya lupa tapi artinya ingat , “Menuntutlah ilmu dari lahir sampai liang lahat” . Ini pelajaran pada waktu mts lo pak guru
@ada-akbar.com
Thanks atas motivasinya bro Berguna banget
Wah. .
saya aja sengaja out dari kuliah..
ga menting menurut saya title itu..
cba bapak tanya anak yang kuliah sama yang tidak kuliah. .
ilmunya belum tentu menang yang kuliah..
buat apa title kalo ilmunya tidak dapat dimanfaatin semaksimal mungkin?
Cba lihat bob sadino , beliau ga ada title,anaknya juga ga boleh kuliah. .. tapi jadinya winner. .
saya pernah diberitahu waktu bob sadino seminar di Universitas negri di Jawa,bob menghina katanya ilmu kuliah itu sampah semua. .
kebetulan ada Dokter dosen ahli ilmu ekonomi.. tak pandang bulu langsung semprot – semprot ” apalagi otaknya. .. sampah semua ” wkwkwkkwkwkw/ /
intinya ilmu yang bermanfaat itu lebih baik,daripada ilmu yang tidak dimanfaatkan apalagi dipajang cman jadi title…