Berikut Beberapa Kandungan Bahan Aktif Pada Obat Pilek yang Perlu Anda Ketahui

Pilek dapat menyerang pada semua kalangan usia dan jenis kelamin. Dari bayi hingga manula bisa terkena pilek baik yang ringan dan cepat sembuh hingga yang lebih lama dan sukar disembuhkan. Pilek disebabkan oleh virus yang masuk dalam tubuh saat tubuh berada dalam kondisi kurang prima. Sebenarnya pilek dapat disembuhkan tanpa mengkonsumsi obat apapun karena virus bisa dimatikan dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Namun untuk mengurangi gejala pilek yang bisa sangat mengganggu, Anda bisa mengkonsumsi obat pilek yang kini sudah dijual bebas di pasaran.

Obat pilek di pasaran bisa Anda beli dalam sediaan tablet ataupun sirup. Kandungan obat dalam sediaan obat pilek ada beberapa macam karena ada beberapa gejala pilek yang cukup mengganggu contohnya antialergi dan dekongestan. Berikut ini adalah beberapa kandungan obat pilek yang umum di pasaran:

  • Anti alergi.

Digunakan untuk mengurangi gejala pilek seperti bersin dan produksi lendir karena alergi terhadap sesuatu. Yang termasuk dalam obat ini misalnya chlorpheniramine maleas, diphenhydramine, dsb. Selain untuk anti alergi, efek samping obat ini yaitu menimbulkan kantuk juga digunakan agar pasien lebih banyak beristirahat.

  • Dekongestan.

Dekongestan adalah nama lain dari bahan aktif yang memiliki fungsi melegakan hidung dan pernafasan. Yang termasuk dalam kategori ini adalah pseudoefedrin hcl, phenylefrin. Bahan aktif ini memiliki efek samping meningkatkan denyut jantung dan mempengaruhi pembuluh darah sehingga tidak digunakan untuk obat pilek anak.

  • Antidemam.

Pilek bisa juga menjadi penyebab demam. Untuk kategori bahan aktif penurun demam adalah parasetamol, ibupofen, dan asetosal.

Kandungan bahan aktif obat di atas, akan sangat umum ditemukan pada obat batuk dewasa. Namun untuk anak dan bayi, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan meresepkan obat flu untuk bayi yang aman namun efektif dibandingkan jika Anda memilih dengan sembarangan obat pilek yang ada di pasaran. Tak seperti obat antibiotik, untuk obat pilek, gunakan hanya saat Anda mengalami gejala pilek saja dan hentikan saat gejala hilang.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*