Cara Menerapkan Risiko Bisnis Pada Perusahaan

Manajemen risiko dalam sebuah perusahaan merupakan hal mendasar dan sangat penting untuk diterapkan dan dilakukan. Perusahaan seharusnya memiliki divisi atau pun Manajer Risiko untuk menangani pengelolaan risiko bisnis secara serius karena ini adalah salah satu usaha untuk mengelola risiko dengan baik sehingga dapat meminimalisir dampak dari masalah yang terjadi pada perusahaan. 

Risiko bisnis adalah sebuah akibat yang bisa saja terjadi pada bisnis yang sedang berlangsung maupun di masa datang. Risiko mengandung ketidakpastian dan akan berdampak kerugian, baik besar maupun kecil. Risiko bisnis biasanya muncul karena faktor eksternal dan internal termasuk dari pelaku bisnis tersebut karena kegiatan operasional dan keputusan yang diambil dalam menjalankan bisnis. 

Pengelolaan risiko bisnis pada sebuah perusahaan memiliki beberapa langkah seperti:

 

  • Memahami lingkungan eksternal dan internal perusahaan serta tujuannya

 

Sebelum menerapkan manajemen risiko, kenali dulu lingkungan perusahaan baik internal dan eksternal serta pahami penerapan manajemen risiko berikut istilah dan hal apapun yang terkait. Kemudian tentukan tujuan perusahaan dalam penerapan identifikasi risiko bisnis yang kemungkinan akan terjadi dan bisa berdampak pada tujuan perusahaan pada semua sisi mulai dari konsumen, operasional, sumber daya manusia, pemasaran hingga keuangan..

 

  • Identifikasi risiko

 

Cara mengidentifikasi risiko dalam sebuah perusahaan adalah dengan menganalisa apa saja kejadian yang berpotensi mengganggu jalannya perusahaan. Cermati apa saja faktor yang menjadi penyebab risiko bisnis muncul dan identifikasi sumber penyebabnya. Cobalah untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin bisa terjadi dari segala sisi, mulai dari sisi operasional, keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, lingkungan, dan lainnya. Dari identifikasi risiko tersebut, buatlah daftar risiko bisnis yang kemungkinan bisa menimpa bisnis yang sedang dijalankan maupun yang dapat terjadi.

 

 

  • Penilaian risiko

 

Dari daftar risiko bisnis yang telah dibuat, urutkan berdasarkan dampak kerugian terkecil sampai yang paling besar, lalu fokuslah pada risiko terbesar yang dampaknya bisa berakibat luas dan terjadi berulang-ulang. Kelola lebih dalam risiko bisnis setelah teridentifikasi penyebab dan indikasinya. Urai masalah atau hal yang bisa menjadi peluang risiko. Kelompokan analisa menjadi dua skenario. Skenario pertama adalah peluang risiko dan skenario kedua adalah dampak risiko. Analisa lagi dampak risiko terhadap bisnis yang sedang berjalan. Apakah akan memiliki dampak panjang atau pendek. Cari kemungkinan dampak dari urutan risiko bisnis tersebut terhadap karyawan, keuangan, operasional, produksi, lingkungan maupun reputasi perusahaan..

 

 

  • Pengendalian risiko

 

Dari daftar urutan risiko bisnis dengan berbagai dampak kerugian tersebut, sebaiknya kendalikan dengan kebijakan yang dibuat dan diatur oleh perusahaan. Beberapa cara pengendalian risiko dapat dilakukan untuk penanggulangan dalam meminimalisir risiko bisnis berupa:

  • risk avoidance (menghindari risiko) – tindakan dengan tidak melakukan aksi atau menghindari risiko dari risiko bisnis yang dapat terjadi, 
  • risk reduction (mengurangi risiko) — tindakan untuk mengurangi dampak kerugian dari risiko bisnis yang bisa terjadi. Jadi risiko tetap terjadi namun dampak kerugiannya bisa diminimalisasi , 
  • risk transfer (memindahkan risiko) — tindakan dengan mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain yang akan menanggung risiko bisnis, 
  • risk retention (menerima risiko) —- tindakan yang dipilih atas penerimaan dampak kerugian atas risiko bisnis yang terjadi karena tidak ada cara lain.  

 

 

  • Komunikasi 

 

Penyampaian informasi terhadap kebijakan yang berlaku dalam meminimalkan risiko bisnis haruslah disosialisasikan ke berbagai pihak terkait. Informasi yang disampaikan kemudian akan digunakan untuk kepentingan pengendalian manajemen risiko dalam perusahaan. Sehingga dengan adanya komunikasi ini, pihak-pihak yang terkait akan turut membantu bertindak di luar dari potensi risiko bisnis.

 

  • Monitoring dan evaluasi

 

Setelah sosialisasi berhasil dilakukan, pantau semua gejala yang bisa memicu terjadinya risiko bisnis serta kerugian. Jika ada isu yang muncul dan berpotensi menjadi risiko, maka segeralah bersiap untuk melakukan penanganan terhadap isu tersebut. Jika sudah terjadi, lakukan evaluasi terhadap tindakan yang sudah dilakukan untuk menanggulangi atau meminimalkan risiko bisnis berhasil atau tidak sesuai dengan rencana yang dibuat. Jika ada kendala dalam penanganan, laukan evaluasi agar manajemen risiko perlu diperbaiki.

 

  • Asuransi Bisnis

 

Risiko bisnis dapat dapat diminimalisir dengan melakukan manajemen risiko yang tepat dan terintegrasi. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan oleh perusahaan yakni dengan melakukan risk transfer (memindahkan risiko) berupa pembelian asuransi bisnis yang dapat melindungi risiko secara finansial sehingga perusahaan bisa menekan kerugian apabila salah satu risiko terjadi. Untuk melakukan manajemen risiko bisnis dengan hasil insight yang baik, disarankan para pelaku usaha berkonsultasi dengan broker asuransi. Pilih broker asuransi yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang baik, serta memahami berbagai risiko bisnis yang dihadapi perusahaan, misalnya Marsh Indonesia yang sudah beroperasional lebih dari 35 tahun dan hingga saat ini melayani lebih dari ribuan klien dari beragam industri. 

Broker asuransi juga akan menelusuri pasar asuransi di Indonesia untuk mencari Insurer (perusahaan asuransi atau penanggung risiko) yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, nilai tambah yang dapat diberikan dengan menggunakan broker asuransi adalah syarat dan ketentuan produk asuransi yang bisa diperluas, serta layanan konsultasi ketika terjadi klaim. Risiko bisnis tidak dapat dihindari, namun bisa diminimalisir dampaknya dengan cerdas.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*