Penyebab Wabah Difteri di Indonesia dan Cara Mengatasinya

Setelah sempat menghilang, kini wabah difteri kembali menghantui masyarakat Indonesia. Wabah yang satu ini menjadi momok yang menakutkan karena dapat menyebabkan komplikasi berbahaya hingga kematian jika tidak segera ditangani dengan benar. Penyakit yang satu ini terbilang cukup serius dan jang sampai disepelekan. Lantas apa saja yang perlu Anda ketahui? Simak ulasan ini.

Apa Itu Difteri?

Difteri merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Terlebih lagi bakteri penyebab infeksi yang satu ini dapat menghasilkan racun berbahaya dan dapat dengan mudah menyebar ke bagian organ tubuh lainnya. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit yang satu ini bisa menyerang jantung, kulit, hingga sistem saraf otak.

Pada umumnya wabah penyakit yang satu ini lebih sering menyerang anak-anak usia 12 tahun. Bahkan dampak wabah penyakit yang satu ini terbilang lebih fatal jika menyerang anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Berdasarkan penelitian, sepanjang tahun 2017 wabah penyakit ini ditemukan merata pada semua rentang usia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Apa Saja Gejala yang Mungkin Terjadi?

Gejala yang paling umum terjadi pada penderita wabah penyakit yang satu ini adalah demam tinggi, radang tenggorokan, lemah lesu, hingga tubuh menggigil. Kemudian bakteri yang sudah masuk ke dalam tubuh akan mulai memproduksi racun dan menyerang sistem pernapasan. Racun inilah yang akan menghancurkan sel-sel sehat pada pernapasan dan membentuk lapisan abu-abu.

Tak hanya menyerang sistem pernapasan saja, bakteri yang disebabkan karena penyakit yang satu ini juga akan mulai menginfeksi area kulit. Hal ini dapat menyebabkan kulit tampak bengkak, merah, bahkan sakit saat disentuh. Pada umumnya infeksi kulit yang disebabkan oleh penyakit yang satu ini cenderung dialami oleh orang yang tinggal di pemukiman padat penduduk.

Apa Saja Faktor yang Menjadi Penyebabnya?

Pada umumnya wabah penyakit yang satu ini cenderung mudah menular karena bakterinya hidup dan menyebar melalui udara. Jadi ketika Anda menghirup partikel udara dari orang yang mengidap penyakit yang satu ini, maka Anda juga akan tertular. Inilah cara yang paling efektif untuk menyebarkan wabah terlebih lagi di tempat yang ramai.

Selain itu penyakit yang satu ini juga dapat dengan mudah menular kontak dengan benda-benda pribadinya. Selain itu penyakit yang satu ini juga bisa menular melalui penggunaan peralatan rumah tangga secara bergantian dengan orang yang mengidap infeksi ini. Tak hanya itu saja, menyentuh luka pada kulit juga bisa menyebabkan Anda terinfeksi oleh bakteri yang satu ini.

Bagaimana Cara Mengobati dan Menanganinya?

Infeksi penyakit yang satu ini cenderung mudah menular dan berisiko kematian. Untuk itu, upaya yang bisa Anda lakukan adalah segera mulai pencegahan penyebaran penyakit. Pada umumnya dokter akan memberikan suntikan antitoksin yang bermanfaat untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter.

Jika Anda sudah menerima suntikan antitoksin, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk mendapatkan vaksin dosis pendorong setelah pulih. Vaksin ini bermanfaat untuk membangun pertahanan tubuh terhadap bakteri tersebut. Pada umumnya selama proses pengobatan, dokter akan menyarankan Anda untuk rawat inap di rumah sakit guna mengawasi kondisi Anda.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seputar wabah penyakit difteri. Mengingat wabah yang satu ini termasuk penyakit yang berbahaya hingga menyebabkan kematian, pastikan Anda memahaminya dengan baik. Terlebih lagi wabah penyakit ini dapat menyerang segala rentang usia. Jadi jika Anda atau si kecil mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter.

Related Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*